KOMUNITAS VIRTUAL
- Secara umum arti virtual adalah “yang tidak nyata, maya”.
- Komunitas virtual adalah kumpulan atau sekelompok orang yang muncul berdasarkan adanya kepentingan yang sama oleh berbagai pihak dan timbulnya interaksi secara berkesinambungan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam komunitas tersebut.
KOMUNIKASI VIRTUAL
Komunikasi virtual atau virtual
communication adalah komunikasi (proses penyampaian dan penerimaan pesan) menggunakan
(melalui) cyberspace / ruang maya yang bersifat interaktif. Komunikasi virtual
tidak dapat lepas dari sebuah media internet yang menggunakannya sebagai alat
komunikasi. Disini terlihat adanya peralihan gaya atau kebiasaan manusia dalam
berkomunikasi menyampaikan informasi dengan sesamanya. Dikatakan begitu karena
saat ini manusia tidak perlu lagi berkomunikasi pada waktu, tempat yang sama.
Nampaknya melalui komunikasi virtual saat ini, hambatan – hambatan yang ada
terdahulu seperti jarak, waktu, biaya, serta kesulitan lainnya dapat teratasi.
Hal ini dikarenakan internet sebagai media komunikasi virtual tidak terbatas
ruangnya sehingga masyarakat luas dapat menyampaikan informasi kemana saja, dan
ke siapa saja. Dalam komunikasi virtual, memungkinkan seseorang berinteraksi
tetapi sebenarnya mereka tidak berada secara wujud di tempat itu.
- Dalam komunikasi virtual, memungkinkan seseorang
berinteraksi tetapi sebenarnya mereka tidak berada secara wujud di tempat
itu.
Melakukan komunikasi menggunakan internet, dapat dibedakan menjadi dua jenis komunikasi yaitu,
1. Asynchronous communication (komunikasi melalui media
internet dengan pengirim dan penyampai pesan dalam berinteraksi tidak berada
pada kedudukan tempat dan waktu yang sama, namun pesan tetap sampai pada tujuan
/ sasaran (penerima)),
2. synchronous communication (komunikasi melalui internet
dengan interaksi yang bersamaan waktunya).
- Keberadaan internet sebagai media komunikasi membawa kemajuan yang berarti dalam era komunikasi dan informasi saat ini. Menurut jenisnya komunikasi virtual dapat dibedakan menjadi tiga model yaitu email, chatting, serta web.
1. E – mail
Kata e-mail terdiri dari dua suku
kata yaitu ‘e’ dan ‘mail’. ‘e’ berarti electronic, dan ‘mail’ berarti surat.
Sehingga e-mail dapat dikatakan mengirim surat melalui media elektronik
internet. Karena pada dasarnya e-mail sama dengan surat biasa (snail mail) yang
harus melewati beberapa kantor pos sebelum sampai ke tujuannya. Dalam hal ini
e-mail termasuk jenis komunikasi asynchronous communication, artinya pengirim
pesan dan penerima pesan tidak berada pada tempat dan waktu yang bersamaan.
E-mail sendiri terdiri atas dua jenis e-mail yang didasarkan pada keperluan
atau kepentingan interaksi yang diinginkan, yaitu e-mail person to person (poin
to point) merupakan e-mail dari satu orang ke satu orang lainnya, serta e-mail
dalam bentuk kelompok (point to multi point) merupakan e-mail dari satu orang
ke sekelompok orang dan sebaliknya. Jenis yang kedua ini disebut juga sebagai
e-mail groups (e-groups ) atau mailing list.
2. Chatting
Chatting merupakan salah satu
fasilitas yang diberikan internet, dimana kita dapat berkomunikasi secara
interaktif dengan satu orang atau lebih secara on-line. Dalam hal ini chatting
termasuk jenis komunikasi synchronous communication, artinya komunikasi melalui
internet dengan interaksi yang bersamaan waktunya.
3. Web
Web dapat diartikan sebagai tempat
memajang informasi secara on line & bersifat virtual (maya) yang memiliki
kaitan (link) informasi tidak terbatas. Berdasarkan informasi yang disampaikan,
web dapat dibedakan menjadi tiga macam :
1. Informasi umum (berita on line, info pelayanan umum dan
sebagainya)
misalnya : kompas.com, liputan6.com
misalnya : kompas.com, liputan6.com
2. Informasi khusus (web dengan isi informasi tentang suatu
lembaga, atau informasi dalam berbagai kategori)
misalnya : deplu.co.id, depkominfo.go.id
misalnya : deplu.co.id, depkominfo.go.id
3. Informasi komersial
misalnya : kapanlagi.com
Menurut jenisnya web dapat dibedakan
menjadi dua jenis, yaitu official web (website resmi yang dimiliki oleh
lembaga), dan unofficial web (web tidak resmi yang dimiliki secara personal
atau perorangan, seperti “blog”).
FENOMENA KOMUNITAS VIRTUAL
Fenomena komunitas merek yang
berkembang di dunia internet atau virtual akhir-akhir ini semakin marak dan hal
ini dapat didayagunakan bagi pemasar produk. terutama bagi produk yang
berkaitan dengan teknologi. Bila komunitas virtual diimplementasikan dalam
strategi pemasaran, maka dapat berpotensi menimbulkan efek exponensial dalam
menyebar luaskan kegiatan pemasaran. Salah satu komunitas merek virtual yang
berbasis bahasa Indonesia adalah komunitas Mac Club Indonesia (MCI). Penelitian
ini menggunakan teknik in-depth interview yang dikonfirmasi dan diperkuat dengan
metode content analysis. Metode ini dipilih dengan tujuan untuk mendapatkan
insight para responden mengenai proses pembentukan komunitas virtual MCI dan
komitmen anggota pada komunitas tersebut.
Hasil dari in-depth interview pada
anggota komunitas virtual MCI yang pertama adalah motivasi terbentuknya
komunitas yang berawal dari kesamaan preferensi atas Macintosh, kesulitan
teknis yang dihadapi, dan kesamaan karena menjadi minoritas. Kedua adalah
moderator dalam komunitas virtual MCI berperan sebagai pemberi ijin (approval)
dan referensi (reference). Ketiga adalah anggota memiliki beberapa motivasi
(alasan) berbeda untuk mengikuti komunitas virtual MCI. Keempat adalah dampak
keikutsertaan anggota dalam komunitas virtual MCI terhadap para anggota adalah
loyalitas tinggi terhadap merk Macintosh dan persepsi kualitas Macintosh yang
lebih baik. Kelima adalah anggota komunitas menerima manfaat fungsional dan
manfaat sosial (functional usefulness dan social usefulness) melalui komunitas
virtual MCI sehingga membuat anggota bersedia membentuk komitmen. Hal ini
dikonfirmasi dengan metode content analysis pada forum diskusi MCI yang
hasilnya adalah 81% tulisan membahas mengenai manfaat fungsional dan 19%
sisanya membahas mengenai manfaat sosial. Terakhir adalah anggota komunitas
virtual MCI melakukan posting secara kontinyu dan melakukan pertemuan rutin
sebagai wujud komitmen pada komunitas virtual.
MANFAAT DARI KOMUNITAS VIRTUAL
- Bermain musik di dunia virtual
Musik merupakan hal yang tak asing
lagi untuk di perbincangkan. Semua orang yang normal pasti suka mendengarkan
ataupun hampir semua orang pernah memainkan alat musik.
Bermain musik di dunia virtual
secara sederhana dapat dengan mudah dipelajari.Dengan membunyikan tuts-tuts
nada dan menghapal nya,atau kita dapat memainkan lagu sesuai dengan irama
sebagai mana aslinya di dunia nyata.
- Komunikasi bisa terjalin dengan baik
Karena kesibukan masing-masing maka
komunitas virtual bisa berkomunikasi dengan lancar melewati internet.
- Dengan ditemukannya berbagai teknologi oleh para penciptanya, maka kehidupan manusia saat ini sudah banyak dimudahkan.
- Sharing pengetahuan, pengalaman, dll.
- Dari pertemuan dalam dunia maya, banyak pengetahuan yang diperoleh.
- Pebisnis dapat mengiklankan produknya dan bahkan melakukan transaksi melalui komunitas ini.
- Komunikasi yang terjadi, tidak menggunakan biaya yang mahal, untuk mendapatkan informasi yang banyak.
- Menemukan teman/relasi baru, bahkan sebagai biro jodoh.
DAMPAK & KONSEKUENSI PENGGUNAAN
TEKNOLOGI DAN INFORMASI
Konsekuensi jangka panjang
didefinisikan sebagai hasil yang diperoleh dimasa datang, seperti peningkatan
fleksibilitas, merubah pekerjaan atau peningkatan kesempatan bagi pekerjaan
yang lebih berarti. Untuk mengetahui pengaruh faktor konsekuensi jangka panjang
dengan pemanfaatan teknologi informasi Thompson et al (1991)
mengembangkan enam instrumen yaitu:
1. Menggunakan teknologi informasi menjadikan pekerjaan lebih
menantang
2. Menggunakan teknologi informasi akan meningkatkan kesempatan
untuk mendapatkan tugas yang lebih disukai dimasa mendatang.
3. Menggunakan teknologi informasi membuat pekerjaan lebih
bervariasi
4. Menggunakan teknologi informasi akan meningkatkan kesempatan
untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih penting sehingga dapat menerapkan
kemampuan yang dimiliki
5. Menggunakan teknologi informasi akan meningkatkan kesempatan
untuk melakukan tugas yang berbeda
6. Menggunakan teknologi informasi dapat meningkat kesempatan
untuk meraih posisi yang lebih baik.
Penelitian sebelumnya yang dilakukan
oleh Beatty (1986 dalam Thai Fung Jin, 2002) menemukan hubungan positif yang
kuat antara konsekuensi jangka panjang dengan pemanfaatan teknologi informasi.
Thompson et al (1991) juga menemukan hasil yang sama. Terdapat beberapa
pengecualian pada beberapa individu yaitu motivasi untuk mengadosi dan
menggunakan teknologi informai mungkin berhubungan lebih banyak dengan
perencanaan pada masa datang daripada menunjukkan kebutuhan sekarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar